tour ke turki januari 2017

Desa Sirince, Desa Mungil Yang Cantik Jelita di Turki

Posted by touradmin on 9th February 2019
| 28 views
Anda ingin mengetahui Kapan Tour ke Turki terdekat? Atau anda ingin menentukan sendiri destinasi dan rencana trip tour ke Turki anda? Kami dapat membantu anda dengan membuatkan Custom Itinerary khusus untuk anda. Dengan Private Tour ke Turki kami, bahkan anda dapat menentukan sendiri tanggal keberangkatannya.

Desa Sirince, Desa Mungil Yang Cantik Jelita di Turki

Desa Sirince, Desa Mungil Yang Cantik Jelita di Turki
Desa Sirince

TURKI, negara ini seperti tak ada habisnya untuk diekplorasi keindahan alam dan budayanya. Jika ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda, maka bisa merapat ke kota Selcuk di provinsi Izmir. Berjarak 8 kilometer dari Selcuk, maka akan menemukansebuah desa mungil yang terkenal akan keindahannya, yaitu Sirince (baca : shi ren jay). Dalam bahasa Yunani, kata “sirince” berarti nyaman atau cantik. Sirince adalah sebuah desa dengan 600 penduduk di Provinsi Izmir, Turki, yang terletak sekitar 8 kilometer (5,0 mil) timur kota Selcuk.

Desa ini merupakan desa Orthodox yang cukup tua berjarak 12 km dari Ephesus dan 30 km dari Kusadasi, dulunya adalah Cirkince (“jelek”). Memang penghuninya memberikan nama ini dengan sengaja karena mereka tidak ingin diganggu oleh orang asing atau untuk berbagi keindahan desa mereka. Meskipun Desa Sirince mengembangkan pariwisata dengan sangat cepat, ia mampu mempertahankan keaslian dan arti namanya.

Sejarah Desa Sirince

Desa Sirince terbentuk ketika orang-orang melarikan diri dari Efesus. Mereka menetap di pegunungan dan menamai desa Cirkince yang diterjemahkan menjadi jelek. Alasannya adalah agar orang luar tidak ingin tahu dan datang ke desa. Nama itu akhirnya diubah menjadi Sirince, yang berarti cantik. Orang Yunani menetap di desa pada satu tahap dan ini jelas dalam gaya rumah. Pada tahun 1924 terjadi pertukaran penduduk Yunani dan Turki.

Desa Sirince di Turki Berjuluk Potongan Surga Yang Jatuh Ke Bumi

Sirince merupakan desa yang tersembunyi di balik pegunungan dan dikelilingi perkebunan yang membentang hijau. Daerah ini pada awalnya dihuni oleh orang Turki keturunan Yunani. Dulunya desa ini bernama “Cirkince” yang artinya “buruk rupa”. Nama yang sungguh kontras dengan keindahan desa tersebut. Penduduk desa pada masa itu sengaja memberi nama demikian supaya orang asing tidak datang berkunjung. Akan tetapi, seluruh penduduk Yunani keturunan Turki dimigrasikan ke Turki dan seluruh penduduk Turki keturunan Yunani dimigrasikan ke Yunani, setelah perang kemerdekaan Turki. Kisah tentang pertukaran penduduk inilah yang kemudian melatarbelakangi Dido Soutiriou menulis novel ‘’Farewell Anatolia’’. Dido menggambarkan desa itu sebagai potongan surga yang jatuh ke bumi.

Desa Sirince di Turki Berjuluk Potongan Surga Yang Jatuh Ke Bumi
Desa Sirince di Turki

Meski penduduknya sudah berganti, bangunan-bangunan di desa ini tetap dipertahankan. Anda masih bisa melihat rumah-rumah khas Yunani. Paduan antara bentang perbukitan yang mengelilingi Sirince serta susunan rumah-rumah inilah yang membuat Sirince dianggap sebagai ‘potongan surga di bumi’. Sebutan lain untuk desa ini adalah pretty old Orthodox Village.

Desa Sirince Terkenal Sebagai Penghasil Wine

Jika ada pemandangan Bar dan toko yang menjaul wine, salah satu jenis minuman beralkohol tepat berada di depan sebuah masjid dengan jarak beberapa belas meter saja, maka itu berada di Sirince. Jalanan di Sirince hampir semuanya merupakan jalur setapak sempit yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Di sekitar tempat parkir bus-bus wisata, ada area bazaar kecil yang menjual aneka pakaian, buah kering, kerajinan tangan dan tentu saja wine, minuman beralkohol yang diproduksi di desa itu juga. Dengan ramahnya para penjual akan mempersilahkan paar wisatawan untuk mencicipi dagangan mereka. Tak ada keharusan membeli setelah mencicipi wine mereka secara gratis. Ternyata wine tidak hanya bisa dibuat dari anggur. Rupanya, wine bisa dibuat dari hampir semua jenis buah-buahan. Terbukti di Sirince, ada macam-macam jenis wine yang diperjual-belikan. Mulai wine dari buah strawberry, cherry, apricot, bahkan pisang.

Desa Sirince Terkenal Sebagai Penghasil Wine
Desa Sirince Sebagai Penghasil Wine

Menyusuri Area Desa Sirince

Mengunjungi Sirince, maka akan terlihat kesederhanaan Turki. Penduduknya sangat ramah. Mereka akan menyapa dengan kata ‘’merhaba’’ yang dalam bahasa Indonesia berarti : hai/halo. Anda bisa berjalan menyusuri jalan berbatu ke bagian lebih dalam dari desa ini. Tampak di kiri dan kanan jalan berdiri rumah-rumah khas Yunani. Rumah-rumah itu, kini telah beralih fungsi menjadi toko atau kafe yang ramai dikunjungi turis. Suasana asri masih terasa, kendaraan bermotor tidak diperbolehkan masuk.

Menyusuri Area Desa Sirince
Area Desa Sirince

Susunan rumah-rumah tradisional di sini cukup rapi. Fasad bangunannya mengingatkan pada bangunan di Mediterania, bersusun-susun dengan bentuk yang seragam. Seluruh rumah di Sirince berwarna putih. Bentuk rumah ini sebenarnya sudah bertahan sejak era kekhalifahan Usmani dan masih dipertahankan hingga sekarang. Bahkan oleh pemerintah Turki, rumah-rumah tersebut, kini, benar-benar dijaga keasliannya karena menjadi daya tarik wisata.

Lorong-lorong di Sirince hanya selebar kurang lebih dua meter. Lorong tersebut hanya merupakan jalan dengan susunan batu alam yang seolah ditaruh sembarangan, tidak ditata dengan rapi. Terkadang bahkan dirambati tumbuhan liar.

Setelah sepuluh menit berjalan di desa ini, pertama kali yang akan Anda jumpai adalah Sirince Market. Di sini akan menemukan barang-barang khas Sirince seperti minyak zaitun, sabun dan body lotion. Penduduk desa ini memang pandai mengolah minyak zaitun. Selain minyak zaitun, produk yang terkenal di sini adalah wine. Di Sirince Market, Anda juga bisa membeli pernak pernik khas Turki seperti aksesoris yang berhias mata biru (nazar bocungu).

Sirince Market
Sirince Market

Selain Sirince Market, di desa ini juga akan menemukan Gereja St John the Baptist yang sekarang hanya menjadi objek wisata. Gereja yang dulunya menjadi tempat ibadah penduduk Sirince ini berarsitektur Yunani dengan mosak-mosaiknya yang sedikit tersisa. Pengunjung dapat masuk dengan bebas dan menikmati keindahan interiornya. Puas menjelajah, bisa mampir ke Say Artemis Restaurant. Dimana restoran dengan arsitektur khas Yunani dan menempati bangunan batu. Di resotan ini Anda bisa masuk ke dalam untuk melihat-lihat interior bangunan dan juga memasuki ruang bawah tanahnya yang juga menjadi restoran. Restoran outdoor-nya menawarkan pemandangan indah ke lembah Sirince. Di restoran ini, anda juga bisa menikmati makan siang di bawah teras yang berhiaskan tumbuhan rambat denagn suasana sejuk.

Say Artemis Restaurant
Say Artemis Restaurant

Sirince Terbagi Dalam Tiga Bagian

Secara garis besar Sirince dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, bagian bawah yang berisi rumah-rumah yang sudah dialihfungsikan menjadi toko, restoran, dan pension (penginapan kecil). Di bagian bawah ini pula menjadi area yang paling ramai dari Sirince, di sini pula terdapat pasar tradisional yang menjual komoditas perkebunan dan juga buah tangan khas Sirince. Sementara, bagian kedua adalah bagian tengah, kawasan hunian. Rumah-rumah di sini biasanya dimiliki oleh penduduk asli Sirince yang berprofesi sebagai petani. Ciri khasnya pada kandang ternak, lumbung, dan traktor serta alat pertanian yang diletakkan di halaman.

Kemudian bagian terakhir ada di bagian yang paling tinggi dari kontur desa ini. Rumah-rumah yang ada berukuran besar, sebagian ada paviliun, sebagian memiliki halaman dan kebun yang luas. Mungkin dulunya adalah rumah para pembesar atau rumah orang kaya. Semakin masuk ke dalam desa, pengunjung akan semakin menemui pemandangan yang berbeda-beda. Pengunjung akan serasa masuk ke labirin, suatu kali akan tiba-tiba bertemu jalan buntu atau beberapa saat kemudian bisa berjumpa pemandangan perbukitan yang membentang di sekitar Sirince.

Sirince Terbagi Dalam Tiga Bagian
Bagian dari Desa Sirince

Hal Yang Harus Dilakukan di Desa Sirince

  • Mencicipi anggur tentu saja
  • Membeli sabun minyak zaitun buatan tangan
  • Mengunjungi gereja St Johns
  • Menikmati masakan Turki di restoran tradisional
  • Mencicipi dan membeli buah zaitun terbaik di Turki

Tips Mengunjungi Desa Sirince

  • Jika Anda mengemudi di sana, jalan gunung sangat sempit dan tidak memiliki penghalang keamanan. Pastikan siapa yang mengemudi akan merasa nyaman dengan ini. Mengemudi di Turki sudah seperti cobaan berat!
  • Ini sangat berbukit dan di tengah hari panas, sebotol air adalah suatu keharusan untuk minuman yang menyegarkan.
  • Jangan memakai sandal jepit. Anda membutuhkan sepatu dengan pegangan yang baik untuk jalanan berbatu yang curam.
  • Sirince tidak cocok untuk siapa pun dengan masalah berjalan atau cacat.
  • Gunakan pemandu wisata yang terorganisir jika Anda berencana untuk ikut mencicipi anggur, karena dilarang minum dan mengemudi.

Panorama 360 Desa Sirine

Cara ke Desa Sirince

Dari terminal bus Otogar, bisa naik dolmus (sejenis angkot) tujuan Sirince. Dolmus berangkat tiap 20 menit, namun biasanya dolmus akan berangkat jika kursi penumpang sudah penuh. Perjalanan menuju Sirince hanya menempuh waktu 15 menit.

Video Desa Sirine

Maps Desa Sirince


Anda ingin mengetahui Kapan Tour ke Turki terdekat? Atau anda ingin menentukan sendiri destinasi dan rencana trip tour ke Turki anda? Kami dapat membantu anda dengan membuatkan Custom Itinerary khusus untuk anda. Dengan Private Tour ke Turki kami, bahkan anda dapat menentukan sendiri tanggal keberangkatannya.

Tunggu apalagi, silakan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai harga dan pemesanan Pemesanan Paket Tour ke Turki, Private Tour Turki / Family Tour Turki :


089-697-287-456 Area Indonesia ( Call, Whatsapp , Line )

HUBUNGI KAMI VIA WHATSAPP