tour ke turki januari 2017

Benarkah di Ephesus Turki Tempat Kisah Ashabul Kahfi Terjadi?

Posted by touradmin on 18th December 2017
| 197 views
Anda ingin mengetahui Kapan Tour ke Turki terdekat? Atau anda ingin menentukan sendiri destinasi dan rencana trip tour ke Turki anda? Kami dapat membantu anda dengan membuatkan Custom Itinerary khusus untuk anda. Dengan Private Tour ke Turki kami, bahkan anda dapat menentukan sendiri tanggal keberangkatannya.

Benarkah di Ephesus Turki Tempat Kisah Ashabul Kahfi Terjadi?

Jika anda berkunjung ke Turki ada satu tempat yang menawarkan sensasi berbeda. Di tempat ini seolah-olah kita sedang berada di zaman Romawi dan Yunani Kuno. Dengan bangunan-bangunan khasnya, kita seolah-olah sedang berada dalam dunia mitologi. Tempat keren ini dikenal dengan Ephesus / Efesus / Ephesos.

Ephesus ini ibarat seperti Pompeii di Italia. Kota ini pernah hilang akibat gempa bumi, namun kemudian dibangun kembali dan kini menjadi salah satu “must visit place” jika sedang berkunjung ke Turki. Ephesus menjadi destinasi yang populer saat berlayar di Turki karena mudah diakses dari pantai. Oh ya, ada yang pernah mendengar nama Heraclitus, seorang filsafat yang terkenal dengan kata bijaknya, “individual can and can not step into the same river twice”? Nah, ia dilahirkan di Ephesus ini.

Efesus-di-turki cover

Tentang Ephesus

Ephesus adalah kota terbesar keempat di Kekaisaran Romawi timur, yang terkenal dengan Artemesium, Perpustakaan Celsus, dan sekolah kedokterannya. Ephesus awalnya sebuah kota Yunani kuno di Asia Kecil, dekat muara Sungai Menderes, sekarang di wilayah Turki Barat, Selatan Smirna (sekarang Izmir). Ephesus memang pada awalnya adalah kota Yunani kuno, namun kemudian direbut dan mengalami kejayaannya pada masa kerajaan Romawi.

Pada satu titik selama periode Romawi, Ephesus adalah salah satu kota terbesar di dunia Mediterania dengan populasi sekitar 250,000 di abad pertama SM.  Sebelum menjadi kota yang dikenal seperti sekarang ini, Ephesus merupakan kota yang sangat berkembang karena perdagangannya. Kota ini pun sangat kaya dan memiliki nilai budaya yang sangat tinggi. Konon banyak hal terjadi di Ephesus yang pernah menjadi sebuah kota raksasa. Kota Ephesus terkenal dengan kuil yang merupakan satu dari tujuh keajaiban dunia. Namun, kota ini pun hancur pada 401 masehi, dan gempa bumi pun terjadi.

Ilustrasi Ephesus Zaman DahuluIlustrasi Ephesus Zaman Dahulu

Jika Anda berkunjung ke sana, Anda akan melihat reruntuhan kota namun sarat akan nilai sejarah dan keindahan arsitektur. Walaupun sudah lama dibangun, tapi Anda masih dapat menyaksikan betapa kokoh dan berseni tinggi arsitektur pada masa itu. Banyak sekali fakta misterius dan menarik dari Ephesus. Sejak jaman Romawi kuno mereka sudah mengetahui bahwa dunia itu bulat sekitar abad 1 sebelum masehi. Hal ini terlihat lingkaran yang berada di bawah kaki patung Raja Trajan. Yang menunjukkan kekuasaannya di dunia.

Sejarah Ephesus / Latar Belakang Kota Efesus

Sejarah Ephesus / Latar Belakang Kota Efesus sebelum menjadi milik Turki sangatlah panjang. Ephesus mengalami beberapa periode hingga akhirnya jatuh ke tangan Turki.

Sejarah Ephesus di Zaman Kuno

Sekitar 650 tahun sebelum masehi, Ephesus pernah diserang oleh Cimmerians (masyarakat Indo-Eropa kuno yang mendiami sisi utara Caucacus) yang menjarah Ephesus sampai menghabiskan isi dari kuil dewi Artemis. 560 tahun sebelum masehi, kota Ephesus kembali ditaklukkan oleh Lidia dan berada di bawah pemerintahan raja Croesus, yang memerintah dengan kasar tetapi beliau ikut menyumbang dalam pembangunan kembali kuil dewi Artemis, dan pada waktu yang bersamaan, raja Croesus mengumpulkan penduduk Ephesus yang tersebar menjadi satu dan membangun kota Ephesus

Sejarah Ephesus di Periode Klasik

Efesus berkembang semakin makmur, tetapi pada saat kota Ephesus tertekan oleh pajak yang memberatkan mereka di 498 tahun sebelum masehi, Efesus ikut memberontak bersama dengan persatuan pemberontak di Asia kecil melawan kekuasaan Persia. Mereka disebut sebagai lonians, dan tidak lama kemudian, Athena dan Sparta ikut dalam penyerangan mereka melawan Persia di 497 tahun sebelum masehi. Tetapi perang dan penjajahan tidak banyak member efek pada kehidupan warga Ephesus, kehidupan di Ephesus malah semakin maju dan warga Ephesus menjadi salah satu kehidupan manusia yang lebih dulu menghargai wanita setelah suku Amazon.

Sejarah Ephesus di  Periode Hellenistic

334 tahun sebelum Masehi, ketika Alexander Agung mengalahkan Persia, kota-kota yang direbut Persia (Asia kecil dan Yunani) dibebaskan dan keluarga kerajaan dirajam sampai mati. Alexander Agung disambut hangat ketika memasuki kota Ephesus dan berniat membiayai pembangunan kuil Artemis yang belum selesai-selesai, tetapi warga Ephesus keberatan akan hal itu. Setelah Alexander Agung mati di 323 tahun sebelum masehi, di 290 tahun sebelum masehi, Ephesus dikuasai oleh Alexander Lysimachus Ephesus memberontak setelah kematian Agathocles, memberikan raja Helenistik Suriah dan Mesopotamia Seleukus I Nicator kesempatan untuk menghapus dan membunuh Lysimachus, saingan terakhirnya, pada Pertempuran Corupedium di 281 SM. Jadi, Ephesus menjadi bagian dari Kekaisaran Seleukus.

Setelah pembunuhan Raja Antiochus II Theos dan istri nya Mesir, Firaun Ptolemy III menginvasi Kekaisaran Seleukus dan armada Mesir menyapu pantai Asia Kecil. Ephesus berada di bawah kekuasaan Mesir antara 263-197 SM. Ketika Seleukus Antiokhus III Raja Agung mencoba untuk mendapatkan kembali kota-kota Yunani di Asia Kecil, ia datang dalam konflik dengan Roma. Setelah serangkaian pertempuran, ia dikalahkan oleh asiaticus Scipio pada Pertempuran Magnesia di 190 SM. Akibatnya, Efesus berada di bawah kekuasaan raja Attalid dari Pergamon Eumenes II (197-133 SM).

Sejarah Ephesus di Periode Romawi

Di sekitar 88 tahun sebelum masehi, Ephesus menjadi salah satu kota di Republik Romawi, pajak semakin meningkat dan tekanan hidup warga Ephesus menjadi semakin berat, Ephesus menyambut kedatangan Archealus, jendral dari raja Pontus yang diharapkan membawa perubahan, dan hal ini mengakibatkan pembantaian 80.000 warga Roma di daerah Asia dan setiap orang yang diketahui memakai aksen Latin. Pada 27 tahun sebelum masehi, ketika kaisar Augustus memerintah, ia membuat Ephesus menjadi kota ibukota menggantikan Pergamus dan membangun kota ini.

Sejarah Ephesus di Era Byzantine

Kaisar Constantine 1 membangun Efesus dan mendirikan pemandian umum yang megah. Ephesus tetap menjadi kota penting pada era Byzantine, hal ini didukung pula dengan adanya pelabuhan di Ephesus yang menjadi pusat perdagangan

Sejarah Ephesus di Era Turki

Ephesus berhasil ditaklukkan pada masa Perang Salib dan dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Ottoman pada tahun 1390

Kota Efesus Sekarang Berada Dimana?

Kota Efesus sekarang berada di Selcuk, Provinsi Izmir, Turkey yang menjadikannya salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi di dunia ini. Provinsi Izmir terletak di Turki sisi Asia dan dapat ditempuh kurang lebih 1-1,5 jam via udara atau 9-10 jam perjalanan lewat jalur darat dari Istanbul, kota paling penting yang menjadi salah satu pintu masuk utama negara Turki. Ephesus merupakan salah satu kota Ionia terbesar, kota ini menjadi pelabuhan utama di wilayah ini dan merupakan kota Romawi yang sangat penting. Pelabuhan Ephesus terletak 9-10 km dari laut.

Sebagai kota terbesar ketiga di Turki dengan julukan “The Pearl of Aegean”, Izmir menjanjikan tempat-tempat wisata yang eksotis serta bersejarah tanpa meninggalkan unsur modern. Selain reruntuhan kota tua Ephesus, ada juga pantai-pantai yang cantik di Cesme serta alun-alun Konak sebagai pusat dari kota ini. Jangan khawatir untuk main-main ke kota ini karena di tengah-tengah kondisi politik Turki yang konon katanya sedang tidak kondusif, Izmir dapat digolongkan sebagai salah satu kota besar yang paling aman di negara ini.

Dari sisi transportasi, kota ini merupakan kota paling mudah diakses. Izmir menawarkan 5 jenis transportasi umum yang dapat diakses dengan satu buah kartu. Kelima transportasi tersebut ialah busferry boatsubway, commuter rail, serta tram. Hanya dengan satu kali men-tap kartu tersebut di mesin yang disediakan pada tiap-tiap pintu akses transportasi, selama 90 menit kita tidak perlu membayar lagi jika ingin berganti dari satu jenis transportasi lain ke satu jenis yang lainnya. Selain itu, biayanya hanya 2.5 TL (sekitar Rp9.200,-) untuk tarif normal, 1.5 TL (sekitar Rp5.500,-) untuk pelajar serta guru, dan bahkan gratis untuk lansia dengan batasan umur tertentu. Oleh karena sistem transportasinya yang teratur inilah pada akhirnya masyarakat Izmir tidak mengenal kata macet.

izmir, tempat ephesus beradaSalah satu sudut kota Izmir begitu cantik dan eksotis

Bangunan-bangunan / Obyek Wisata di Ephesus Turki Sekarang

Di dalam kompleks Ephesus ini terdapat beberapa bangunan di antaranya Perpustakaan Celcus, Grand Theater, Bath of Varius, State Agora, Temple of Domitian, Memmius Monument, Hercules Gate, dan masih banyak lagi. Selain itu di atas sebuah bukit terdapat House of Virgin Mary yang dipercaya sebagai tempat Bunda Maria menghabiskan hari-hari terakhirnya.

Perpustakaan Celcus / Celcus Library

Perpustakaan Celcus merupakan objek tempat utama dari Ephesus. Perpustakaan Roman Celsus  dulunya merupakan perpustakaan terbesar ketiga dengan kapasitas 12.000 gulungan (bentuk buku zaman dahulu berupa gulungan). Perpustakaan ini didedikasikan kepada seorang senator Romawi saat itu, yakni Tiberius Julius Celsus Polemaeanus. Celsus dimakamkan di bawah perpustakaan. Kemudian terkenal  dengan Perpustakaan Roman Celsus.

Uniknya, walau kondisinya sudah reruntuhan namun pilar depannya masih terlihat. Ornamen patung dewa-dewi menghiasi beberapa dinding bagian luar, sementara bagian dalamnya yang merupakan tempat menyimpan koleksi buku-buku hanya tersisa ruang kosong.

ephesus-celcus-turkeyPerpustakaan Celcus (Celcus Library) tampak begitu megah meskipun sudah berupa reruntuhan

Panorama Perpustakaan Celcus Ephesus / Ephesos / Efesus

Grand Theater / Great theater Ephesus Turki

Di dalam kompleks Ephesus ini sudah pasti terdapat Grand theater. Bukan peninggalan bangsa Romawi kalau tidak ada amphitheater. Grand Teater merupakan teater terbesar dan paling mengesankan. Terletak di punggung sebuah bukit, teater ini berbentuk setengah lingkaran dengan undakan-undakan tempat duduk layaknya stadion dan di bagian tengahnya terdapat sebuah tempat panggung pementasan.

Dari kejauhan Anda mungkin tidak merasakan betapa megahnya teater itu, tetapi begitu Anda melangkah ke atas teater dan melihat ke bawah, Anda akan melihat betapa besarnya Grand Theater. Entah bagaimana gegap gempitanya suasana di Grand Theatre pada masa kerajaan Romawi dulu, karena saat ini saja kemegahannya masih begitu kentara. Jika bukan karena fakta kota itu tertimbun lumpur, kota ini bisa saja akan makmur selama lebih berabad-abad sampai sekarang.

Grand Theater dibangun pada periode Helenistik namun sering direnovasi beberapa waktu di periode Romawi. Perbedaan utama antara Teater Helenistik dan Teater Romawi adalah bahwa orang-orang Helenistik bersandar di atas bukit. Inilah orang-orang Romawi yang menemukan tembok besar yang berdiri bebas. Butuh waktu 60 tahun untuk menyelesaikannya. Grand teater merupakan teater terbesar di Asia Kecil dengan kapasitas 24.000 kursi dan 1000 tempat berdiri. Awalnya bertingkat dua dan meningkat satu tingkat di kemudian hari.

Teater ini selain sebagai tempat pertunjukan seni dan pementasan drama juga merupakan balai pertemuan serta adu gladiator dengan binatang khas dinasti Romawi. Para gladiator di masa itu sebenarnya adalah para budak yang pekerjaannya bertarung atau dipaksa bertarung oleh raja/ pemiliknya untuk menunjukkan kekuatan kerajaan yang dipimpin dan kekuatan panglimanya. Budak pada zaman itu bisa membeli dirinya untuk bebas atau dipaksa melayani birahi sang permaisuri ataupun selir sang raja/ penguasa.

Panorama Great Theatre Ephesus / Ephesos / Efesus

Agora Ephesus Turki

Dulunya, Agora ini merupakan pasar yang memiliki atap dibagian atasnya, tetapi kini yang bisa dilihat hanya tiang-tiangnya saja. Saat perjalanan menuju ke Agora kita bisa berjalan di jalan marmer yang berada tepat di sebelah lahan luas dengan puing-puing tiang dan hamparan sisa bangunan lainnya. Area itu adalah bekas pasar alias Agora. Hamparan puing ini juga tak kalah eksotisnya untuk dijadikan lokasi berfoto. Apalagi ciri khas tanah gersang saat musim panas menjadi pelengkap kesan kuno Romawi bagi latar dari Agora ini. Sebenarnya selain Agora di sisi ini, ada juga pasar lainnya yang disebut Civic Agora. Kondisinya juga hampir sama dengan Agora yang satu ini.

Di ujung jalan marmer dari Agora ini merupakan Library of Celcus. Didekatnya pula ada sebuah batu seperti prasasti yang kabarnya merupakan makam dari Arsinoe IV, saudara tiri dari Cleopatra VII. Monumen berbentuk persegi delapan ini diusulkan menjadi makam Arsinoe setelah dilakukan penelitian di sana sekitar tahun 1990.

Terraces House Ephesus Turki

Terraces House adalah villa atau rumah tinggal mewah kaum elit Romawi jaman itu. Seperti namanya, bangunan ini terdiri atas tingkatan atau berteras. Setidaknya ada tiga tingkatan rumah ini di mana lantai pertama terdiri atas ruang tamu dan ruang makan. Lantai kedua merupakan kamar tidur dan kamar tamu, sedangkan lantai teratas sudah runtuh.

Terdapat mosaik dan lukisan dinding yang ditemukan di dalam rumah yang mulai dilakukan pengalian tahun 1960 ini. Lukisan dan mosaik yang sudah mulai mengelupas ini tetap bisa menggambarkan kemegahan rumah ini dahulunya.Dan untuk menjaga kondisi bahan bangunan agar tidak rusak, sekarang sudah dipasang rangka atap di kawasan ini. Pendingin ruangan khusus juga diberikan untuk menjaga kondisi ini. Tetapi untuk masuk ke Terrace House, ada biaya khusus selain tiket utama masuk ke Ephesus. Biaya tiketnya yaitu sebesar 15 Lira

terrace houses (ephesus)Terrace Houses

Varius Bath Ephesus Turki

Varius Bath adalah kompleks pemandian umum yang dibangun pada zaman Helenistik sekitar abad ke 2 Masehi. Dulunya kompleks pemandian ini terbilang sangat lengkap termasuk tersedianya ruang mewah untuk bangsawan. Bahan pembangunannya juga menggunakan bahan terbaik dari batuan alami. Dalam sejarahnya, Varius Bath sempat mengalami beberapa kali perubahan. Namun sekarang, kondisi pemandian ini hanya berupa sedikit bagian reruntuhan. Hampir tidak ada struktur yang bisa menggambarkan secara utuh bagaimana pemandian ini dulunya.

Di dekat area Varius Bath ini ada bekas taman air mancur yang dikenal dengan nama Nymphaeum. Aliran airnya berasal dari saluran lembah Sungai Caster yang berjarak 40 km.

Varius-Bath-EphesusVarius Bath

Nymphaeum of TrajanNymphaeum of Trajan

Heracles Gate Ephesus Turki

Heracles Gate alias Gerbang Herkules berada tepat di ujung Curetes Street. Gerbang Herkules bukanlah sebuah gerbang besar melainkan hanya dua tiang batu di kanan dan kiri layaknya gerbang. Dinamai Herkules sendiri karena ada patung atau relief Herkules di bagiannya. Nampaknya dulu gerbang ini sebenarnya berukuran cukup besar dan megah. Yang ada saat ini tentunya hanya sisa reruntuhannya saja. Di sekitar dua pilar gerbang ini juga bertebaran sisa-sisa pilar lainnya yang menjadikan nuansanya benar-benar bak kota kuno yang hancur.

heracles-gate-ephesusHeracles Gate

Kuil Domitian (Temple of Domithian)

Berada di ujung selatan Domitianus Street, kuil ini dibangun di area seluas 50 x 100 meter. Dinamakan Domitian karena kuil ini dibangun oleh Kaisar Domitian dan agar orang-orang memuja dirinya sendiri pula. Kaisar ini memang dianggap memiliki sifat Megalomania berlebihan, yaitu mengganggap dirinya adalah dewa. Dia mendirikan Kuil untuk dirinya sendiri dan meminta rakyat Romawi untuk menyembahnya. Meskipun memang kondisi reruntuhannya sangat besar, sisa-sisa pilar dan reruntuhan yang tersebar di sana terbilang cukup bisa menggambarkan bagaimana sebenarnya besar dan megahnya kuil ini.

Konon, pada masa pemerintahan Kaisar Domitian, Yohanes diasingkan ke Pulau Patmos sehingga para ahli memperkirakan kalau kemungkinan Yohanes diasingkan karena tidak mau menyembah Kaisar.

domitian-templeTemple of Domithian

Odeon Ephesus Turki

Hampir mirip dengan Grand Theatre, Odeon juga berupa teater terbuka namun berukuran lebih kecil. Fungsinya lebih terkhusus untuk pertemuan para wakil rakyat atau disebut bouleuterion serta sebagai aula untuk pertunjukan berbagai hal seperti konser musik, nyanyian, sampai lomba puisi, dan lainnya. Dibangun di abad ke 2 Masehi, kapasitas dari Odeon ini ialah sebanyak 1.500 penonton. Menariknya di bagian belakang panggung atau yang berhadapan langsung dengan penonton, terhampar luas perbukitan dengan rumput dan pepohonan sehingga terbayang bagaimana menariknya teater ini ketika dilihat saat ada pertunjukan.

Odeon

Haus der Maria / House of Virgin Mary / Rumah Bunda Maria (Maryam)

Sebenarnya lokasi dari Haus der Maria atau Rumah Bunda Maria / Maryam tidaklah berada di kawasan kota kuno Ephesus. Kita harus keluar dari kawasan wisata itu dan berkendara sekitar 7 km, tepatnya di gunung Nightingale, wilayah Bulbul dagi. House of Virgin Mary / Rumah Bunda Maria (Maryam) ini cocok untuk wisata rohani kristen / katolik di turki.

Rumah ini ditemukan pada abad ke 19 dan dianggap sebagai rumah terakhir bagi Bunda Maria / Maryam dalam sebuah buku dari seorang biarawati. Meskipun tidak ada bukti yang secara kuat membenarkan hal tersebut, tetapi kepercayaan ini tetap terjaga terbukti dengan banyaknya ziarawan yang datang termasuk beberapa tokoh Paus.

Bangunan ini merupakan sebuah gereja era Bizantium yang sampai sekarang masih berperan sebagai sebuah gereja. Setiap minggu tetap diadakan misa di sana sebagai mana gereja umumnya. Misa khusus juga dilakukan yaitu di tanggal 15 Agustus setiap tahunnya. Pada tanggal ini dipercaya sebagai hari terangkatnya Bunda Maria ke Surga.

Kawasan wisata ini mematok tarif tiket sebesar 15 Lira bagi wisatawan. Kunjungan wisata sendiri bisa dilakukan sejak jam 8:00 sampai 19:00. Gereja ini sendiri bukanlah sebuah bangunan besar. Dibangun pada abad ke 6, strukturnya berupa bata ekspose. Memasuki bagian dalam, terdapat altar khusus Bunda Maria yang menarik mata karena patung Bunda Maria dengan berlatar tembok batanya. Tak hanya umat Kristiani, umat Islam pun boleh masuk dan berziarah. Namun sayangnya, tidak diizinkan mengambil gambar di bagian dalam ini.

Untuk keluar dari bangunan, kita bisa menuruni anak tangga dan menuju ke sebuah sumber air. Air ini dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan sehingga banyak pula pengunjung yang mengambil dan menyimpannya di botol untuk dibawa pulang.

haus der mariaHaus der Maria / House of Virgin Mary / Rumah persinggahan terakhir Bunda Maria / Maryam tampak luar

interior haus der mariaInterior Haus Der Maria

The Cave of Seven Sleepers (Askhabul Kahfi)

Sebenarnya masih menjadi perdebatan di mana sebenarnya Goa tempat cerita Tujuh orang Ashabul Kahfi yang tertidur lebih dari 300 tahun itu berada. Para ahli sejauh ini memprediksi beberapa lokasi yang dipercaya sebagai lokasi goa tersebut seperti di Yordania, Suriah, Tunisia, Palestina, dan salah satunya di Turki ini yaitu di Ephesus, Selcuk. Dipercayanya lokasi di dekat Ephesus ini karena berdasarkan sejarah Ephesus itu sendiri yang merupakan kota kuno Romawi. Dalam sejarah Kristen dan Islam keduanya memiliki keterkaitan untuk menyimpulkan goa tersebut berada di Selcuk ini.

Terlepas dari perdebatan itu, tak ada salahnya juga kalau sudah berada di Selcuk untuk mencoba menyambangi Goa tempat tidurnya Ashabul Kahfi ini. Lokasinya juga berada di kaki Pegunungan Bulbul dagi dan cukup terpencil. Untuk menuju lokasi ini dari pusat kota Selcuk memang harus menggunakan taksi atau kendaraan pribadi karena belum adanya angkutan umum yang khusus menuju jalur ini.

Di dekat area masuk, terdapat sebuah restoran perkebunan. Di sanalah titik yang bisa dikatakan cukup hidup karena selama perjalanan ke lokasi ini saja kalian akan melalui jalanan lengang dan sepi, apalagi untuk menuju gua nya, maka jalanan tanah tanpa fasilitas wisata adalah temannya.

Kuil Hadrian / Temple of Hadrian

Temple of Hadrian / Kuil Hadrian adalah salah satu bangunan di Ephesus yang paling terawat dan indah dan terletak di sepanjang Jalan Curetes yang didedikasikan untuk Kaisar Hadrian. Kuil ini menjadi gambar di mata uang Turki, uang kertas 20 lira tahun 2005-2009

Dibangun pada awal abad ke-2 Masehi oleh P. Quintilius untuk merayakan kedatangan Hadrianus saat mengunjungi kota tersebut dari Athena. Kaisar Hadrian dianggap salah satu dari Lima Kaisar terbaik. Dan direkonstruksi pada abad ke-4 oleh Theodosius untuk menghormati ayahnya (Jendral Theodosius). Kuil itu terdiri dari sebuah bangunan terluar (façade) dengan empat susun kolom Korintus di bawah pohon pedimen segitiga yang di tengahnya terdapat lengkungan dan patung dewi kota Efesus, Tyche (dewi kemenangan), ditempatkan di tengah lengkungan.

Nama “Temple of Hadrian” kurang tepat. Hal ini dikarenakan dari strukturnya sendiri lebih condong ke monumen daripada sebuah kuil, dan pembangunan ini juga didedikasikan untuk dewi Artemis dan orang-orang Efesus. Bagian depan kuil inilah yang menjadikannya salah satu bangunan paling elegan di kota. Di depan kuil pernah ada patung tembaga kaisar Diokletian, Maximian, Konstantius I, dan Galerius (yang memerintah Kekaisaran selama tahun 293-305). Pilar-pilar untuk patung-patung itu tetap ada, namun patung-patung aslinya belum ditemukan. Ada juga teras dan cella kecil di belakangnya. Relief Kuil Hadrian yang menggambarkan dasar kota dan keluarga Theodoius serta beberapa dewa, saat ini dipajang di Museum Selcuk.

Bagian utama kuil disebut Nao. Ini adalah sebuah ruangan kecil yang terbuat dari batu-batu kecil dan pintu masuk yang besar. Balok pintu ini didekorasi dengan gaya elegan dengan gambar mutiara dan telur. Kuil Hadrian baru saja direnovasi. Patung dan friezes telah diganti dengan replika aslinya. Dokumen asli telah dipindahkan dan saat ini dipamerkan di Museum Ephesus.

Kuil Hadrian / Temple of HadrianKuil Hadrian / Temple of Hadrian

Kuil Artemis / Artemis

Kuil ini dulu sebagai tempat pemujaan terhadap Dewi Artemis sang dewi bulan dan perburuan yang juga merupakan saudari kembah dewa Apollo. Sulit membayangkan kemegahan kuil ini sekarang, namun kuil ini dulunya memiliki 127 pilar untuk menyokong bangunan ini. Ketika sampai di Artemision, jangan heran kalau anda hanya melihat sebuah tiang di tengah tanah lapang dengan rerumputan dan fondasi bangunan yang kadang tertutup oleh air. Yah, inilah reruntuhan yang dulunya adalah salah satu dari 7 Keajaiban Dunia Zaman Kuno.

Kuil yang dibangun oleh penduduk Ephesus ini berkali-kali dibangun ulang karena terkena banjir, dibakar orang yang tak bertanggung jawab, dan terakhir dijarah dan dihancurkan oleh Suku Goth. Kuil ini pun akhirnya tidak terawat dan pilar-pilar serta bahan bangunannya diambil untuk mendirikan bangunan lain seperti Basilica St. John dan Hagia Sophia. Sekarang yang tersisa hanyalah sebuah pilar hasil rekonstruksi para arkeolog dengan sarang bangau di atasnya.

Sisa-sisa Runtuhan Kuil ArtemisSisa-sisa Reruntuhan Kuil Artemis

ilustrasi kuil artemisIlustrasi Kuil Artemis saat masih utuh

Ephesos

Rated 4.7/5
based on 5419 reviews from Google Reviews
Ephesos atau Efesus adalah kota Yunani kuno, dan di kemudian hari menjadi kota Romawi, di pesisir barat Asia Kecil, dekat Selçuk modern, Provinsi Izmir, Turki.
Berlokasi di : Izmir, Turki
  • Alamat: Atatürk Mh., Uğur Mumcu Sevgi Yolu, 35920 Selçuk/İzmir, Turki
  • Jam buka: Buka Setiap Hari Pukul 08.30 – 18.30
  • Lokasi: Selçuk, İzmir Province, Turkey

Google Map Ephesus / Ephesos / Efesus

Video Ephesus / Ephesos / Efesus


Anda ingin mengetahui Kapan Tour ke Turki terdekat? Atau anda ingin menentukan sendiri destinasi dan rencana trip tour ke Turki anda? Kami dapat membantu anda dengan membuatkan Custom Itinerary khusus untuk anda. Dengan Private Tour ke Turki kami, bahkan anda dapat menentukan sendiri tanggal keberangkatannya.

Tunggu apalagi, silakan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai harga dan pemesanan Pemesanan Paket Tour ke Turki, Private Tour Turki / Family Tour Turki :


089-697-287-456 Area Indonesia ( Call, Whatsapp , Line )

HUBUNGI KAMI VIA WHATSAPP